Semoga, kelak engkaupun akan mampu bersabar atas dirikuIbnul Qoyyim rahimahullah berkata:
.
“Dan diceritakan seorang laki-laki menikahi seorang perempuan. Ketika masuk menemui si laki-laki, perempuan itu menyatakan memiliki penyakit cacar.

Si laki-laki berkata, “Mataku sakit sekali”. Kemudian ia berkata lagi: “Aku sudah tak bisa melihat.”
.
Setelah 20 tahun, perempuan itupun meninggal tanpa menyadari bahwa suaminya itu sebenarnya bisa melihat.

Lalu ada yang bertanya kepada si laki-laki itu tentang perbuatannya tersebut, ia berkata: “Aku tidak suka kalau sampai ia menjadi sedih karena aku melihat penyakitnya. Kemudian dikatakan padanya, masa-masa itu telah berlalu” (Madarijus Salikin, 2/326).
.
.
Sebagaimana kisah yang lain dari perkataan Syaikh Ash-Shabbagh, Seorang kawan yang lain bercerita kepadaku, ia berkata
.
“Sejak hari pertama pernikahan kami, aku benar-benar tidak menemukan kecenderungan ataupun rasa suka terhadap istriku.

Namun aku berjanji kepada Allah akan bersabar bersamanya dan tidak akan mendzaliminya, serta ridha dengan apa yang telah Allah peruntukan bagiku.

Kemudian aku mendapatkan kebaikan yang berlimpah berupa harta, anak, keamanan dan taufik”. (Nazharat fil Usrah al-Muslimah, hal. 196).
.
Subhanallah…
.
Sungguh mengagumkan perilaku mereka dalam merajut tali kasih. Mereka begitu lembut dan menghargai perasaan pasangan meskipun harus mengorbankan perasaannya sendiri. Tujuannya tidak lain demi membuat istrinya bahagia.
.
.
Semoga, kelak engkaupun akan mampu bersabar atas diriku. Meskipun ada hal-hal yang berbeda yang mungkin tidak engkau sukai~
.

📝Kutipan artikel muslimah.or.id dengan penambahan
.
🌸 Feel free to share 🌸
.
🌐 Web: KlikMuslimah.com
🖼 Ig : instagram.com/klik_muslimah
💽 Telegram: t.me/Klik_Muslimah
🖥 Fp: m.facebook.com/Page.KlikMuslimah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *